Dobby, Pocket Drone Super Ringkas dari Zerotech


Saat ini, dunia fotografi serta videografi makin di ramaikan dengan hadirnya pesawat tanpa ada awak yang dapat mengambil objek gambar serta video dari ketinggian atau di kenal dengan arti drone. Tidak ayal, produsen drone dari beragam merk populer berlomba membuat ‘unmanned aerial vehicle (UAV) ‘ dengan beragam feature mumpuni.

Beberapa waktu terakhir satu diantara produsen drone populer DJI meluncurkan drone dengan feature foldable arm (lengan tekuk) yang ukurannya begitu praktis serta gampang dibawa. DJI Mavic Pro jadi kunci berhasil perubahan drone portabel di mancanegara, tidak heran sebagian produsen drone seperti Xiro juga ikut menyemarakkan semarak drone portabel, dengan meluncurkan seri paling baru Xiro Xplorer Mini.

Bukan sekedar produsen Xiro, sebagian produsen drone baru juga ikut andil dalam persaingan ini, sebut saja Wingsland S6 drone yang mengusung tag line pocket selfie drone juga tidak ingin kalah dengan sebagian perusahaan terkenal drone. Perang produsen drone juga tidak terelakkan, malah dari perang ini beberapa customer diuntungkan.

Tag line drone portabel ini malah jadi incaran beberapa customer, bahkan juga sebagian bln. lantas DJI mesti kewalahan mengurusi pre-order (PO) customer yang membludak untuk beli satu diantara drone andalannya, yakni Mavic. Tahu hal itu, perusahaan asal negeri gorden bambu, Zerotech meluncurkan drone pocket yang dinamakan Dobby Drone. Mengusung topik pocket drone, Dobby tampak dengan ukuran lebih kecil daripada drone pesaingnya, Mavic, Xiro Xplorer Mini, serta Wingsland S6.

Impresi awal kami saat memakai drone ini yaitu enteng, sederhana serta dapat diletakkan di kantong celana. Feature andalan dari drone ini yakni lengannya yang dapat ditekuk hingga bikin drone ini makin praktis. Kamu juga tak perlu menempatkan baling-baling seperti pada umumnya drone profesional, cukup sambungkan drone ini dengan smartphone kamu serta ia telah siap terbang lantaran controller-nya memakai smartphone.

Dobby juga begitu stabil ketikla terbang serta melayang lantaran sudah diperlengkapi dengan tehnologi GPS/GLONASS dual band optical flow serta ultrasonic wave. Sesudah coba drone ini sepanjang 1 minggu, kami dapat menyimpulkan drone ini begitu stabil saat terbang, bahkan juga tambah baik dari pesaingnya.

Berpindah ke manfaat kontrolnya, drone ini memakai tanda WiFi untuk tersambungsi dengan smartphone. Kami anjurkan untuk kamu untuk mengatur frekwensi koneksi ke 5GHz pada system penyusunan lantaran frekwensi 2, 4GHz sudah banyak dipakai oleh beragam piranti lain, termasuk juga drone. Memakai frekwensi 5GHz bikin komunikasi drone serta smartphone lebih lancar lantaran frekwensi itu mempunyai intervensi tanda yang lebih sedikit.

System kontrolnya sendiri begitu nyaman dipakai meskipun dengan sentuhan tangan di monitor smartphone. Drone Dobby bisa dikendalikan bisa dikendalikan dengan gampang, bahkan juga pemakai pemula dapat lakukan beragam manuver dengan lancar. System kontrol Dobby juga lebih ramah pada pemakai lantaran mempunyai antarmuka spesial untuk tunjukkan tujuan drone ini saat tengah terbang,

Dobby juga mempunyai sebagian feature unik seperti model orbit, tujuan tracking, auto pull away video, serta facial recognition. Dari empat feature itu, feature tujuan tracking yaitu yang paling kami sukai. Pasalnya, feature ini umumnya ada di drone dengan harga diatas Rp10 juta sesaat Dobby sendiri di bandrol dengan harga Rp6 jutaan. Diluar itu, performa dari feature ini dapat termasuk begitu baik hingga Kamu dapat mengambil video sembari ikuti objek dengan cara automatis.

Untuk kameranya sendiri Dobby mengusung resolusi 13MP, video 4k 1080p 30fps serta penyimpanan internal 16GB. Sayangnya, kamera Dobby ini mesti ditata dengan cara manual untuk menegakkan keatas atau kebawah. Kameranya juga tak mempunyai feature stabilizer atau gimbal, tetapi masalah itu dapat diatasi bila kita mempergunakan feature tujuan tracking serta facial recognition. Hal tertsebut juga menyatakan drone ini sebagai pocket selfie drone.

Kekurangan lain pada drone ini yaitu tak ada kekuatan untuk hindari tabrakan dengan objek lain. Dengan hal tersebut, Kamu mesti waspada saat memakai feature return to home yang berperan untuk memanggil kembali drone ini. Tetapi feature auto takeoff serta landing pada drone ini cukup pandai, bahkan juga ia dapat mendarat serta terbang dari tangan Kamu.

Satu hal sebagai kekurangan paling utama drone ini yaitu baterai. Ia cuma dapat terbang sepanjang lebih kurang sepanjang 8 sampai 10 menit. Durasi itu semakin lebih pendek bila Kamu lakukan perekaman video, hingga baiknya Kamu juga menyiapkan baterai cadangan bila menginginkan memakai drone ini dalam periode waktu yang agak lama.


Category: Berita

No responses yet.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>